PENGEMBANGAN SILABUS
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Pembelajaran IPA di SD dengan dosen Rif’at Shafwatul Anam, M.Pd.
Disusun Oleh :
Kelompok 10
1. Ai Ariska F
13210616871
2. Eni Nurhaeni
13210616965
3. Jeni Hidayat
13210617031
4. Wulan Nurfaidah
13210617173
PGSD-6B (IPS)
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEBELAS APRIL SUMEDANG
2016
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt, karena atas
rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang
berjudul “Pengembangan Silabus”. Ada pun tujuan dari makalah ini sebagai salah
satu syarat mengikuti Pembelajaran IPA di SD pada Prodi PGSD Sekolah Tinggi
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Sebelas April Sumedang Tahun Akademik 2015/2016.
Dalam pembuatan makalah ini penyusun menyadari bahwa
masih sangat jauh dari kesempurnaan baik isi maupun bentuk penulisannya, karena
keterbatasan pengetahuan yang penyusun miliki. Oleh karena itu, penyusun
mengharapkan kritik dan saran yang kiranya dapat kami gunakan sebagai masukan
untuk perbaikan dimasa yang akan datang. Penyusun berharap semoga makalah ini
dapat bermanfaat, khususnya bagi kami selaku penulis dan umumnya bagi semua
pihak.
Sumedang, Juni 2016
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...................................................................................... i
DAFTAR ISI ..................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah ................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah .......................................................................................... 2
1.3 Tujuan Penulisan ............................................................................................ 2
1.4 Manfaat Penulisan .......................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Silabus .......................................................................................... 3
2.2 Komponen Silabus ......................................................................................... 4
2.3 Pengembangan Silabus ................................................................................... 6
2.4 Prinsip Pengembangan Silabus ....................................................................... 6
2.5 Langkah-Langkah Pengembangan Silabus ..................................................... 9
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ..................................................................................................... 14
3.2 Saran ............................................................................................................... 14
CONTOH RPP
DAFTAR PUSTAKA
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Kualitas pendidikan
sangat ditentukan oleh kemampuan sekolah dalam mengelola proses pembelajaran khususnya
yang terjadi di kelas. Proses pembelajaran merupakan suatu sistem yang mana untuk pencapaian
standar proses untuk meningkatkan kualitas pendidikan dapat dimulai dengan
merencanakan program pengajaran lebih baik, terperinci dan terencana. Sesuai dengan prinsip otonomi dan
Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS), pelaksanaan pembelajaran,
dalam hal ini guru perlu diberi keleluasaan dan diharapkan mampu menyiapkan
silabus, memilih strategi pembelajaran, penilaiannya sesuai dengan kondisi dan
potensi peserta didik.
Berdasarkan
pertimbangan tersebut maka perlu dibuat buku pedoman cara mengembangkan silabus
berbasis kompetensi. Pedoman pengembangan silabus yang meliputi, memberi
penjelasan secara umum tentang prosedur dan cara mengembangkan SK dan KD
menjadi indikator pencapaian kompetensi, materi pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, sumber belajar. Sedangkan secara
khusus menjelaskan mekanisme pengembangan sesuai dengan karakteristik
mata pelajaran yang disertai contoh-contoh untuk lebih memperjelas
langkah-langkah pengembangan silabus.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian silabus?
2. Apa saja komponen
silabus?
3. Siapa yang
melaksanakan pengembangan silabus?
4. Bagaimana prinsip pengembangan silabus?
5. Bagaimana langkah-langkah
pengembangan silabus?
1.3 Tujuan Penulisan
1. untuk mengetahui pengertian silabus,
2. untuk mengetahui
komponen silabus,
3. untuk mengetahui
yang melaksanakan pengembangan silabus,
4. untuk mengetahui prinsip pengembangan silabus,
5. dan untuk mengetahui
langkah-langkah pengembangan silabus.
1.4 Manfaat Penulisan
Menambah pengetahuan mahasiswa mengenai pengembangan silabus dalam
pembelajaran IPA di SD.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Silabus
Silabus berasal dari bahasa Latin “syllabus” yang berarti daftar,
tulisan, ikhtisar, ringkasan, isi buku (Komaruddin, 2000). Silabus dapat
didefiniskan sebagai “Garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi
atau materi pelajaran” (Salim, 1987). Silabus digunakan untuk menyebut suatu
produk pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut dari SK dan KD yang
ingin dicapai, dan pokok-pokok serta uraian materi yang perlu dipelajari
peserta didik dalam mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sedangkan
menurut (Yulaelawati: 2004) “Silabus merupakan seperangkat rencana serta
pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara
sistematis memuat komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai
penguasaan kompetensi dasar”. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu/ kelompok
mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan
sumber belajar.
Manfaat silabus, Silabus
merupakan sumber pokok dalam penyusunan rencana pembelajaran, baik rencana
pembelajaran untuk satu standar kompetensi maupun untuk satu kompetensi dasar.
Silabus bermanfaat sebagai pedoman dalam pengembangan pembelajaran seperti
pembuatan rencana pembelajaran sebab proses pembelajaran di sekolah
dilaksanakan dalam jangka waktu yang sudah ditentukan, sebagai pengelolaan
kegiatan pembelajaran karena memberikan gambaran mengenai pokok-pokok program
yang akan dicapai dalam suatu mata pelajaran misalnya pembelajaran secara
klasikal, kelompok kecil atau pembelajaran individual dan pengembangan sistem
penilaian yang dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi. Sistem
penilaian selalu mengacu pada SK, KD dan indikator yang terdapat di dalam
silabus.
2.2 Komponen Silabus
Silabus
merupakan salah satu bentuk penjabaran kurikulum. Produk pengembangan kurikulum
ini memuat pokok-pokok pikiran yang memberikan rambu-rambu dalam menjawab tiga
pertanyaan mendasar dalam pembelajaran, yakni:
1. Kompetensi apa yang hendak dikuasai peserta
didik, dengan menampilkan secara sistematis, mulai dari SK, KD dan indikator
pencapaian kompetensi serta hasil identifikasi materi pembelajaran yang
digunakan.
2. Bagaimana memfasilitasi
peserta didik untuk menguasai kompetensi itu, dijabarkan dengan mengungkapkan
strategi, pendekatan dan metode yang akan dikembangkan dalam kegiatan
pembelajaran.
3. Bagaimana mengetahui
tingkat pencapaian kompetensi oleh peserta didik, dengan menjabarkan teknik dan
instrumen penilaian. Di samping itu, perlu pula didentifikasi ketersediaan
sumber belajar sebagai pendukung pencapaian kompetensi. Dari sini jelas bahwa
silabus memuat pokok-pokok kompetensi dan materi, pokok-pokok strategi
pembelajaran dan pokok-pokok penilaian (Trianto, 2011).
Berikut disajikan ikhtisar tentang
komponen pokok dari silabus yang lazim digunakan:
1.
Komponen yang berkaitan dengan kompetensi yang hendak dikuasai, meliputi:
Identitas Silabus, SK, KD, Indikator, dan Materi Pembelajaran
2.
Komponen yang berkaitan dengan cara menguasai kompetensi, memuat pokok pokok
kegiatan dalam pembelajaran.
3.
Komponen yang berkaitan dengan cara mengetahui pencapaian kompetensi, mencakup:
Teknik Penilaian, Jenis Penilaian, Bentuk Penilaian dan Instumen Penilaian
4. Komponen Pendukung, terdiri dari: Alokasi waktu dan Sumber
belajar.
2.3 Pengembangan Silabus
Pengembangan
silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam
sebuah sekolah/madrasah atau beberapa sekolah, pada kelompok Musyawarah Guru
Mata Pelajaran (MGMP) pada Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendikan.
1. Disusun secara mandiri
oleh guru apabila guru yang bersangkutan mampu mengenali karakteristik peserta
didik, kondisi sekolah/madrasah dan lingkungannya.
2. Apabila guru mata
pelajaran karena sesuatu hal belum dapat melaksanakan pengembangan silabus
secara mandiri, maka pihak sekolah/madrasah dapat mengusahakan untuk membentuk
kelompok guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yang akan digunakan
oleh sekolah/madrasah tersebut.
3. Di SD/MI semua guru
kelas, dari kelas I sampai dengan kelas VI, menyusun silabus secara bersama. Di
SMP/MTs untuk mata pelajaran IPA dan IPS terpadu disusun secara bersama oleh
guru yang terkait.
4. Sekolah/Madrasah yang
belum mampu mengembangkan silabus secara mandiri, sebaiknya bergabung dengan
sekolah-sekolah/madrasah-madrasah lain melalui forum MGMP/PKG untuk
bersama-sama mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah-sekolah/madrasah-madrasah
dalam lingkup MGMP/PKG setempat.
5. Dinas
Pendidikan/Departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama
setempat dapat memfasilitasi penyusunan silabus dengan membentuk sebuah tim
yang terdiri dari para guru berpengalaman di bidangnya masing-masing.
2.4 Prinsip Pengembangan Silabus
Untuk
memperoleh silabus yang baik, dalam penyusunan silabus perlu memperhatikan
prinsip-prinsip berikut:
1. Ilmiah
Keseluruhan materi dan kegiatan yang
menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara
keilmuan. Di samping itu, strategi pembelajaran yang dirancang dalam silabus
perlu memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran dan teori belajar.
2. Relevan
Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan
urutan penyajian materi dalam silabus harus disesuaikan dengan tingkat
perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik.
Prinsip ini mendasari pengembangan silabus, baik dalam pemilihan materi pembelajaran,
strategi dan pendekatan dalam kegiatan pembelajaran, penetapan waktu, strategi
penilaian maupun dalam mempertimbangkan kebutuhan media dan alat pembelajaran.
Kesesuaian antara isi dan pendekatan pembelajaran yang tercermin dalam materi
pembelajaran dan kegiatan pembelajaran pada silabus dengan tingkat perkembangan
peserta didik akan mempengaruhi kebermaknaan pembelajaran.
3. Sistematis
Komponen-komponen silabus saling berhubungan
secara fungsional dalam mencapai kompetensi. SK dan KD merupakan acuan utama
dalam pengembangan silabus. Dari kedua komponen ini, ditentukan indikator pencapaian,
dipilih materi pembelajaran yang diperlukan, strategi pembelajaran yang sesuai,
kebutuhan waktu dan media, serta teknik dan instrumen penilaian yang tepat
untuk mengetahui pencapaian kompetensi tersebut.
4. Konsisten
Adanya hubungan yang konsisten (ajeg,
taat asas) antara KD, indikator, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran,
sumber belajar, serta teknik dan instrumen penilaian. Dengan prinsip
konsistensi ini, pemilihan materi pembelajaran, penetapan strategi dan
pendekatan dalam kegiatan pembelajaran, penggunaan sumber dan media pembelajaran,
serta penetapan teknik dan penyusunan instrumen penilaian semata-mata diarahkan
pada pencapaian KD dalam rangka pencapaian SK.
5. Memadai
Cakupan
indikator, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan
sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian KD. Dengan prinsip ini, maka
tuntutan kompetensi harus dapat terpenuhi dengan pengembangan materi pembelajaran
dan kegiatan pembelajaran yang dikembangkan. Sebagai contoh, jika SK dan KD
menuntut kemampuan menganalisis suatu obyek belajar, maka indikator pencapaian kompetensi,
materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan teknik serta instrumen
penilaian harus secara memadai mendukung kemampuan untuk menganalisis.
6. Aktual dan Kontekstual
Cakupan indikator, materi pembelajaran,
pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan
perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan
peristiwa yang terjadi. Banyak fenomena dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan
dengan materi dan dapat mendukung kemudahan dalam menguasai kompetensi perlu
dimanfaatkan dalam pengembangan pembelajaran. Di samping itu, penggunaan media
dan sumber belajar berbasis teknologi informasi, seperti komputer dan internet perlu
dioptimalkan, tidak hanya untuk pencapaian kompetensi, melainkan juga untuk
menanamkan kebiasaan mencari informasi yang lebih luas kepada peserta didik.
7. Fleksibel
Keseluruhan komponen silabus dapat
mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang
terjadi di sekolah dan kebutuhan masyarakat. Fleksibilitas silabus ini
memungkinkan pengembangan dan penyesuaian silabus dengan kondisi dan kebutuhan
masyarakat.
8. Menyeluruh
Komponen silabus mencakup keseluruhan
ranah kompetensi, baik kognitif, afektif, maupun psikomotor. Prinsip ini hendaknya
dipertimbangkan, baik dalam mengembangkan materi pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, maupun penilaiannya. Kegiatan pembelajaran dalam silabus perlu dirancang
sedemikian rupa sehingga peserta didik memiliki keleluasaan untuk mengembangkan
kemampuannya, bukan hanya kemampuan kognitif saja, melainkan juga dapat mempertajam
kemampuan afektif dan psikomotoriknya serta dapat secara optimal melatih
kecakapan hidup (life skill).
2.5 Langkah-Langkah Pengembangan Silabus
1. Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Mengkaji standar
kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum pada
Standar Isi, dengan memperhatikan hal-hal berikut:
• urutan
berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi,
tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI;
• keterkaitan
antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran;
• keterkaitan antara standar kompetensi dan
kompetensi dasar antarmata pelajaran.
2. Mengidentifikasi
Materi Pokok/Pembelajaran
Mengidentifikasi materi
pokok/pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan
mempertimbangkan:
• potensi peserta didik;
• relevansi dengan
karakteristik daerah,
• tingkat perkembangan fisik, intelektual,
emosional, sosial, dan spritual peserta didik;
• kebermanfaatan bagi peserta didik;
• struktur keilmuan;
• aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi
pembelajaran;
• relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan
tuntutan lingkungan; dan
• alokasi waktu.
3. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran
dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan
fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru,
lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi
dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan
pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman
belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. Hal-hal yang
harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai
berikut.
• Kegiatan pembelajaran disusun untuk
memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat
melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.
• Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian
kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk
mencapai kompetensi dasar.
• Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus
sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran.
• Rumusan pernyataan dalam kegiatan
pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan
pengalaman belajar siswa, yaitu kegiatan siswa dan materi.
4. Merumuskan Indikator
Pencapaian Kompetensi
Indikator merupakan
penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang
dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Indikator
dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan
pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang
terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai
dasar untuk menyusun alat penilaian.
5. Penentuan Jenis
Penilaian
Penilaian pencapaian kompetensi
dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan
menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan
kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau
produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri. Penilaian merupakan
serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data
tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis
dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam
pengambilan keputusan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian.
• Penilaian diarahkan untuk
mengukur pencapaian kompetensi.
• Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu
berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses
pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.
• Sistem yang direncanakan adalah sistem
penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih,
kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah
dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik.
• Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan
tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya,
program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah
kriteria ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah
memenuhi kriteria ketuntasan.
• Sistem penilaian harus disesuaikan dengan
pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika
pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi
harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik
wawancara, maupun produk / hasil melakukan observasi lapangan yang berupa
informasi yang dibutuhkan.
6. Menentukan Alokasi Waktu
Penentuan alokasi waktu
pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi
waktu mata pelajaran perminggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar,
keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi
dasar. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu
rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang
beragam.
7. Menentukan Sumber Belajar
Sumber belajar adalah
rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, yang
berupa media cetak dan elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik, alam,
sosial, dan budaya. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi
dan kompetensi dasar serta materi pokok / pembelajaran, kegiatan pembelajaran,
dan indikator pencapaian kompetensi.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Silabus adalah rencana
pembelajaran pada suatu/ kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup
SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian
kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Pengembangan silabus pun
disusun secara mandiri oleh kelompok guru mata pelajaran sejenis pada setiap
sekolah apabila guru-guru di sekolah yang bersangkutan mampu mengenali
karakteristik peserta didik, kondisi sekolah/ madrasah dan lingkungannya. Terdapat
prinsip pengembangan silabus meliputi: ilmiah, relevan, sistematis, konsisten,
memadai, aktual dan kontekstual, fleksibel, serta menyeluruh. Dan langkah-langkah
pengembangan silabus yaitu: mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar, mengidentifikasi
materi pokok pembelajaran, mengembangkan kegiatan pembelajaran, merumuskan
indikator pencapaian kompetensi, penentuan jenis penilaian, menentukan alokasi
waktu, dan menentukan sumber belajar.
3.2 Saran
Sebaiknya setiap guru mampu mengembangkan
silabus sesuai dengan kebutuhan siswa dan sesuai dengan karakteristik serta
visi misi sekolah, sehingga keefektivan kegiatan belajar-mengajar serta
penyusunan perangkat pembelajaran dapat tercapai sesuai
dengan tujuan pembelajaran.
CONTOH RPP
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Nama Sekolah :
Mata Pelajaran : Ilmu
Pengtahuan Alam (IPA)
Kelas/Semester : IV/ 2 (Dua)
Alokasi Waktu : 2 x 35
Menit
A. Standar Kompetensi
7. Memahami gaya dapat mengubah
gerak dan/atau bentuk suatubenda
B. KOMPETENSI
DASAR
7.1 menyimpulkan hasil percobaan
bahwa gaya (dorongan atau tarikan) dapat mengubah bentuk benda.
C. Indikator
- Membuktikan bahwa gaya dapat mengubah gerak suatu benda
- Menjelaskan pengaruh gaya terhadap gerak
suatu benda
-
Memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari cara gaya mengubah gerak suatu
benda
D. Tujuan
Pembelajaran
-
Siswa dapat membuktikan bahwa
gaya dapat mengubah gerak suatu benda dengan baik
- Siswa mampu menjelaskan pengaruh
gaya terhadap gerak suatu benda dengan baik
-
Sisiwa memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari cara gaya mengubah gerak
suatu benda dengan baik
E. Materi
Pembelajaran
-
Pengaruh benda terhadap gerak benda
F. Model
dan Metode Pembelajaran
Model : Kooperatif
Metode : - Ceramah
-
Tanya Jawab
-
Diskusi
-
Percobaan
-
Penugasan
G. Langkah-Langkah
Kegiatan Pembelajaran
1.
Kegiatan Awal (10 Menit)
- Mengajak siswa berdo’a bersama-sama
- Mengecek
kehadiran siswa dengan mengabsensi
- Menyampaikan
tujuan pembelajaran
- Menyampaikan
materi yang akan dipelajari
2. Kegiatan Inti (50 Menit)
Eksplorasi
- Guru menjelaskan garis besar uraian tentang gaya dapat mengubah gerak suatu benda
-
Guru bersama siswa mempersiapkan gambar dan contoh konkrit yang berkaitan
dengan materi gaya yang dapat mengubah gerak suatu benda
- Guru memberikan beberapa
pertanyaan kepada siswa tentang gaya untuk mengetahui seberapa
besar pengetahuan yang dimiliki siswa mengenai materi yang akan dipelajari.
Elaborasi
- Siswa di dalam kelas dibagi menjadi beberapa
kelompok yang masing-masing terdiri atas 4-5 anggota kelompok. Tiap kelompok
mempunyai anggota yang heterogen,
baik jenis kelamin, ras, etnik,
maupun kemampuan akademiknya.
- Guru membagikan LKS kepada setiap
kelompok sebagai panduan serta tugas bagi setiap kelompok.
- Guru memberikan arahan atau
instruksi mengenai tugas yang diberikan. Dimana anggota yang tau atau yang
dapat mengerjakan tugas, menjelaskan kepada anggota lain dalam satu kelompok,
siswa saling bekerjasama hingga semua anggota dalam kelompok itu mengerti. Di
tahap ini, pengetahuan siswa dapat diterapkan seluruhnya untuk menyelesaikan
tugas yang diberikan oleh guru. Siswa dapat melakukan percobaan dalam
kelompoknya masing-masing untuk memecahkan masalah serta berdiskusi, sehingga
siswa dapat mengerjakan tugas secara bersama-sama. Tugas guru di tahap ini
yaitu mengarahkan dan membimbing siswa apabila terdapat kesulitan dan
kekeliruan dalam mengerjakan tugas.
- Setelah mengerjakan tugas dan
melakukan pengamatan terhadap gaya yang dapat mengubah gerak suatu benda dalam
kelompok. Hasil diskusinya dipresentasikan oleh suatu kelompok yang ditanggapi
oleh kelompok lain.
Konfirmasi
- Tiap siswa dan tiap kelompok diberi skor atas
penguasaannya terhadap materi pelajaran, dan kepada siswa secara individual
atau kelompok yang meraih prestasi tinggi atau memperoleh skor terbaik diberi
penghargaan.
- Guru memberikan umpan balik dengan melakukan tanya jawab tentang materi yang telah
dipelajari untuk melihat seberapa jauh pemahaman siswa terhadap materi.
3. Kegiatan Penutup (10 Menit)
- Siswa dan guru bersama-sama menyimpulkan
pembelajaran.
- Guru melakukan evaluasi terhadap siswa dengan memberikan tugas serta
latihan kepada setiap siswa untuk mengetahui kemampuan siswa memahami materi
yang telah di ajarkannya.
- Guru mengucapkan salam dan berdo’a
mengakhiri pembelajaran.
H. Alat dan Sumber Belajar
- Alat dan
bahan sesuai dengan lembar kerja
- Buku IPA
kelas IV yang relevan
- Buku Ilmu
Pengetahuan Alam kelas IV, Heri Sulistyanto dkk, Depdiknas, bse 2008
I. Penilaian
Indikator Pencapaian
Kompetensi
|
Teknik Penilaian
|
Bentuk Instrumen
|
o Membuktikan
bahwa gaya dapat mengubah gerak suatu benda
o Menjelaskan
pengaruh gaya terhadap gerak suatu benda
o Memberikan
contoh dalam kehidupan sehari-hari cara gaya mengubah gerak suatu benda
|
Tugas Individu dan Kelompok
|
Laporan dan unjuk kerja
Uraian Objektif
|
1. Penilaian
Sikap
No
|
Nama
|
Aspek yang
dinilai
|
|
Aktiv
|
Tidak Aktiv
|
||
1
|
Ai Ariska
|
||
2
|
Ai Cici
|
||
3
|
Aida
|
||
4
|
Ajeng
|
||
5
|
Dst…
|
||
2. Lembar Pengamatan Kegiatan Siswa
No.
|
Nama Siswa
|
Aspek yang dinilai
|
Jumlah
|
||||
A
|
B
|
C
|
D
|
E
|
|||
1
2
3
|
|||||||
Jumlah
|
|||||||
Persentasi
|
|||||||
Keterangan :
A.
Mengerjakan lembar kerja siswa didalam kelompok
B.
Aktif berdiskusi dalam kelompok
C.
Aktif bertanya/memberi tanggapan
D.
Aktif menjawab/merespon pertanyaan
E.
Mampu menyelesaikan soal yang diberikan
Bobot Penilaian
Tidak pernah ada diberi skor 1
Kadang-kadang ada diberi skor 2
Sering ada diberi skor 3
Selalu ada diberi skor 4
Soal Individu
1. Berikut ini
merupakan peristiwa yang terjadi karena gaya, kecuali....
A. pembuatan pisau dari besi
B. pesawat terbang lepas landas
C. es mencair
D. pembuatan patung dari tanah liat
2. Alat untuk
mengukur gaya adalah.....
A. dinamometer
B. spedometer
C. barometer
D. termometer
3. Besar gaya
dinyatakan dalam....
A. watt
B.
newton
C. joule
D. kalori
4. Menarik
balok di atas tanah yang kasar terasa berat karena pengaruh...
A. gaya otot
B. gaya pegas
C. gaya gesek
D. gaya gravitasi
5. Anak panah lepas dari busurnya karena....
A. gaya pegas
B. gaya gravitasi
C. gaya gesek
D. gaya listrik
6. Berikut ini
merupakan peristiwa yang terjadi karena gaya gravitasi bumi, kecuali....
A. batu yang dilempar ke atas kembali ke
tanah
B. bola menggelinding
C. buah mangga jatuh dari tanah
D. koper terasa berat jika diangkat
7. Paku-paku
kecil dapat menempel pada ujung gunting karena...
A. gaya magnet
B. gaya mesin
C. gaya gravitasi
D. gaya pegas
8.
Sebuah benda ditarik ke kiri dan ke kanan jika tarikan ke kiri lebih
kuat daripada tarikan ke kanan, maka...
A. benda bergerak ke kiri
B. benda bergerak ke kanan
C. benda diam
D. benda bergerak ke atas
9. Berikut ini
merupakan penyebab besarnya gaya gesek, kecuali....
A. permukaan benda yang kasar
B. permukaan lantai yang kasar
C. benda menekan lebih kuat
D. benda ditarik dengan tali
10. Gaya
adalah...
A. tarikan dan dorongan
B. gesekan dan tarikan
C. dorongan dan gerakan
D. lemparan dan dorongan
II. Jawablah
pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Prinsip apa
yang digunakan rem mobil?
2.
Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan batu terlontar lebih jauh oleh ketepel?
3. Gaya apa
saja yang mempengaruhi benda yang bergerak pada bidang miring?
4. Sebutkan
kegiatan-kegiatan yang menunjukkan bahwa gaya dapat mengubah bentukbenda!
5. Untuk
melakukan suatu gaya diperlukan ?
Kunci Jawaban bagian I
1.c 6. b
2.a 7. a
3.b 8. a
4.c 9. d
5.a 10. A
Kunci Jawaban
Bagian II
1. gaya gesek
2. energi yang
diberikan
kelenturan karet ketepel
berat benda/batunya
3. gaya
gravitasi, gaya gesekan, gaya dorongan
4. menekan
tanah liat
membuat batako
5. Energi
. Pedoman Penskoran
I.
Pilihan Ganda
Nomor Soal
|
Nilai
|
1
|
10
|
2
|
10
|
3
|
10
|
4
|
10
|
5
|
10
|
6
|
10
|
7
|
10
|
8
|
10
|
9
|
10
|
10
|
10
|
Jumlah
|
100
|
III.Essay
Nomor Soal
|
Nilai
|
1
|
20
|
2
|
20
|
3
|
20
|
4
|
20
|
5
|
20
|
Jumlah
|
100
|
CATATAN :
@ Nilai Siswa =
× 100%
@ Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan
Remedial.
Mengetahui,
Guru Kelas IV
Kepala Sekolah
NIP.
NIP.
DAFTAR PUSTAKA
https://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2008/09/panduan-pengembangan-silabus.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar