Minggu, 26 Juni 2016

PENGEMBANGAN SILABUS



PENGEMBANGAN SILABUS
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Pembelajaran IPA di SD dengan dosen Rif’at Shafwatul Anam, M.Pd.
Disusun Oleh :
Kelompok 10
1. Ai Ariska F            13210616871
2. Eni Nurhaeni          13210616965
3. Jeni Hidayat           13210617031
4. Wulan Nurfaidah   13210617173
PGSD-6B (IPS)

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEBELAS APRIL SUMEDANG
2016


KATA PENGANTAR

       Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt, karena atas rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Pengembangan Silabus”. Ada pun tujuan dari makalah ini sebagai salah satu syarat mengikuti Pembelajaran IPA di SD pada Prodi PGSD Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Sebelas April Sumedang Tahun Akademik  2015/2016.
Dalam pembuatan makalah ini penyusun menyadari bahwa masih sangat jauh dari kesempurnaan baik isi maupun bentuk penulisannya, karena keterbatasan pengetahuan yang penyusun miliki. Oleh karena itu, penyusun mengharapkan kritik dan saran yang kiranya dapat kami gunakan sebagai masukan untuk perbaikan dimasa yang akan datang. Penyusun berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat, khususnya bagi kami selaku penulis dan umumnya bagi semua pihak.




Sumedang, Juni 2016


Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...................................................................................... i
DAFTAR ISI  ..................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah ................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah .......................................................................................... 2
1.3 Tujuan Penulisan ............................................................................................ 2
1.4 Manfaat Penulisan .......................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Silabus .......................................................................................... 3
2.2 Komponen Silabus ......................................................................................... 4
2.3 Pengembangan Silabus ................................................................................... 6
2.4 Prinsip Pengembangan Silabus ....................................................................... 6
2.5 Langkah-Langkah Pengembangan Silabus ..................................................... 9
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ..................................................................................................... 14
3.2 Saran ............................................................................................................... 14
CONTOH RPP
DAFTAR PUSTAKA




BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
       Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kemampuan sekolah dalam mengelola proses pembelajaran khususnya yang terjadi di kelas. Proses pembelajaran merupakan suatu sistem yang mana untuk pencapaian standar proses untuk meningkatkan kualitas pendidikan dapat dimulai dengan merencanakan program pengajaran lebih baik, terperinci dan terencana. Sesuai dengan prinsip otonomi dan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS), pelaksanaan pembelajaran, dalam hal ini guru perlu diberi keleluasaan dan diharapkan mampu menyiapkan silabus, memilih strategi pembelajaran, penilaiannya sesuai dengan kondisi dan potensi peserta didik.
       Berdasarkan pertimbangan tersebut maka perlu dibuat buku pedoman cara mengembangkan silabus berbasis kompetensi. Pedoman pengembangan silabus yang meliputi, memberi penjelasan secara umum tentang prosedur dan cara mengembangkan SK dan KD menjadi indikator pencapaian kompetensi, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, sumber belajar. Sedangkan secara khusus menjelaskan mekanisme pengembangan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang disertai contoh-contoh untuk lebih memperjelas langkah-langkah pengembangan silabus.
1.2  Rumusan Masalah
       1. Apa pengertian silabus?
       2. Apa saja komponen silabus?
       3. Siapa yang melaksanakan pengembangan silabus?
       4. Bagaimana prinsip pengembangan silabus?
       5. Bagaimana langkah-langkah pengembangan silabus?
1.3  Tujuan Penulisan
       1. untuk mengetahui pengertian silabus,
       2. untuk mengetahui komponen silabus,
       3. untuk mengetahui yang melaksanakan pengembangan silabus,
       4. untuk mengetahui prinsip pengembangan silabus,
       5. dan untuk mengetahui langkah-langkah pengembangan silabus.
1.4  Manfaat Penulisan
       Menambah pengetahuan mahasiswa mengenai pengembangan silabus dalam pembelajaran IPA di SD.











BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Silabus
       Silabus berasal dari bahasa Latin “syllabus” yang berarti daftar, tulisan, ikhtisar, ringkasan, isi buku (Komaruddin, 2000). Silabus dapat didefiniskan sebagai “Garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi atau materi pelajaran” (Salim, 1987). Silabus digunakan untuk menyebut suatu produk pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut dari SK dan KD yang ingin dicapai, dan pokok-pokok serta uraian materi yang perlu dipelajari peserta didik dalam mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sedangkan menurut (Yulaelawati: 2004) “Silabus merupakan seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis memuat komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar”. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu/ kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
       Manfaat silabus, Silabus merupakan sumber pokok dalam penyusunan rencana pembelajaran, baik rencana pembelajaran untuk satu standar kompetensi maupun untuk satu kompetensi dasar. Silabus bermanfaat sebagai pedoman dalam pengembangan pembelajaran seperti pembuatan rencana pembelajaran sebab proses pembelajaran di sekolah dilaksanakan dalam jangka waktu yang sudah ditentukan, sebagai pengelolaan kegiatan pembelajaran karena memberikan gambaran mengenai pokok-pokok program yang akan dicapai dalam suatu mata pelajaran misalnya pembelajaran secara klasikal, kelompok kecil atau pembelajaran individual dan pengembangan sistem penilaian yang dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi. Sistem penilaian selalu mengacu pada SK, KD dan indikator yang terdapat di dalam silabus.
2.2  Komponen Silabus
       Silabus merupakan salah satu bentuk penjabaran kurikulum. Produk pengembangan kurikulum ini memuat pokok-pokok pikiran yang memberikan rambu-rambu dalam menjawab tiga pertanyaan mendasar dalam pembelajaran, yakni:
1.  Kompetensi apa yang hendak dikuasai peserta didik, dengan menampilkan secara sistematis, mulai dari SK, KD dan indikator pencapaian kompetensi serta hasil identifikasi materi pembelajaran yang digunakan.
2.  Bagaimana memfasilitasi peserta didik untuk menguasai kompetensi itu, dijabarkan dengan mengungkapkan strategi, pendekatan dan metode yang akan dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran.
3.  Bagaimana mengetahui tingkat pencapaian kompetensi oleh peserta didik, dengan menjabarkan teknik dan instrumen penilaian. Di samping itu, perlu pula didentifikasi ketersediaan sumber belajar sebagai pendukung pencapaian kompetensi. Dari sini jelas bahwa silabus memuat pokok-pokok kompetensi dan materi, pokok-pokok strategi pembelajaran dan pokok-pokok penilaian (Trianto, 2011).
       Berikut disajikan ikhtisar tentang komponen pokok dari silabus yang lazim digunakan:
1. Komponen yang berkaitan dengan kompetensi yang hendak dikuasai, meliputi: Identitas Silabus, SK, KD, Indikator, dan Materi Pembelajaran
2. Komponen yang berkaitan dengan cara menguasai kompetensi, memuat pokok pokok kegiatan dalam pembelajaran.
3. Komponen yang berkaitan dengan cara mengetahui pencapaian kompetensi, mencakup: Teknik Penilaian, Jenis Penilaian, Bentuk Penilaian dan Instumen Penilaian
4. Komponen Pendukung, terdiri dari: Alokasi waktu dan Sumber belajar.
2.3 Pengembangan Silabus
       Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah/madrasah atau beberapa sekolah, pada kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) pada Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendikan.
1.    Disusun secara mandiri oleh guru apabila guru yang bersangkutan mampu mengenali karakteristik peserta didik, kondisi sekolah/madrasah dan lingkungannya.
2.    Apabila guru mata pelajaran karena sesuatu hal belum dapat melaksanakan pengembangan silabus secara mandiri, maka pihak sekolah/madrasah dapat mengusahakan untuk membentuk kelompok guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah/madrasah tersebut.
3.    Di SD/MI semua guru kelas, dari kelas I sampai dengan kelas VI, menyusun silabus secara bersama. Di SMP/MTs untuk mata pelajaran IPA dan IPS terpadu disusun secara bersama oleh guru yang terkait.
4.    Sekolah/Madrasah yang belum mampu mengembangkan silabus secara mandiri, sebaiknya bergabung dengan sekolah-sekolah/madrasah-madrasah lain melalui forum MGMP/PKG untuk bersama-sama mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah-sekolah/madrasah-madrasah dalam lingkup MGMP/PKG setempat.
5.    Dinas Pendidikan/Departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama setempat dapat memfasilitasi penyusunan silabus dengan membentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru berpengalaman di bidangnya masing-masing.
2.4  Prinsip Pengembangan Silabus
       Untuk memperoleh silabus yang baik, dalam penyusunan silabus perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut:
1.    Ilmiah
       Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Di samping itu, strategi pembelajaran yang dirancang dalam silabus perlu memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran dan teori belajar.
2.    Relevan
       Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik. Prinsip ini mendasari pengembangan silabus, baik dalam pemilihan materi pembelajaran, strategi dan pendekatan dalam kegiatan pembelajaran, penetapan waktu, strategi penilaian maupun dalam mempertimbangkan kebutuhan media dan alat pembelajaran. Kesesuaian antara isi dan pendekatan pembelajaran yang tercermin dalam materi pembelajaran dan kegiatan pembelajaran pada silabus dengan tingkat perkembangan peserta didik akan mempengaruhi kebermaknaan pembelajaran.
3.    Sistematis
       Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. SK dan KD merupakan acuan utama dalam pengembangan silabus. Dari kedua komponen ini, ditentukan indikator pencapaian, dipilih materi pembelajaran yang diperlukan, strategi pembelajaran yang sesuai, kebutuhan waktu dan media, serta teknik dan instrumen penilaian yang tepat untuk mengetahui pencapaian kompetensi tersebut.
4.    Konsisten
       Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara KD, indikator, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, serta teknik dan instrumen penilaian. Dengan prinsip konsistensi ini, pemilihan materi pembelajaran, penetapan strategi dan pendekatan dalam kegiatan pembelajaran, penggunaan sumber dan media pembelajaran, serta penetapan teknik dan penyusunan instrumen penilaian semata-mata diarahkan pada pencapaian KD dalam rangka pencapaian SK.
5.    Memadai
Cakupan indikator, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian KD. Dengan prinsip ini, maka tuntutan kompetensi harus dapat terpenuhi dengan pengembangan materi pembelajaran dan kegiatan pembelajaran yang dikembangkan. Sebagai contoh, jika SK dan KD menuntut kemampuan menganalisis suatu obyek belajar, maka indikator pencapaian kompetensi, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan teknik serta instrumen penilaian harus secara memadai mendukung kemampuan untuk menganalisis.
6.    Aktual dan Kontekstual
       Cakupan indikator, materi pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi. Banyak fenomena dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan materi dan dapat mendukung kemudahan dalam menguasai kompetensi perlu dimanfaatkan dalam pengembangan pembelajaran. Di samping itu, penggunaan media dan sumber belajar berbasis teknologi informasi, seperti komputer dan internet perlu dioptimalkan, tidak hanya untuk pencapaian kompetensi, melainkan juga untuk menanamkan kebiasaan mencari informasi yang lebih luas kepada peserta didik.
7.    Fleksibel
       Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan kebutuhan masyarakat. Fleksibilitas silabus ini memungkinkan pengembangan dan penyesuaian silabus dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
8.    Menyeluruh
       Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi, baik kognitif, afektif, maupun psikomotor. Prinsip ini hendaknya dipertimbangkan, baik dalam mengembangkan materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, maupun penilaiannya. Kegiatan pembelajaran dalam silabus perlu dirancang sedemikian rupa sehingga peserta didik memiliki keleluasaan untuk mengembangkan kemampuannya, bukan hanya kemampuan kognitif saja, melainkan juga dapat mempertajam kemampuan afektif dan psikomotoriknya serta dapat secara optimal melatih kecakapan hidup (life skill).
2.5  Langkah-Langkah Pengembangan Silabus
1.    Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
       Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum pada Standar Isi, dengan memperhatikan hal-hal berikut:
• urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI;
• keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran;
   keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran.
2.    Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran
       Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan mempertimbangkan:
  potensi peserta didik;
   relevansi dengan karakteristik daerah,
  tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik;
   kebermanfaatan bagi peserta didik;
   struktur keilmuan;
   aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran;
   relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan; dan
   alokasi waktu.
3.    Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
       Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut.
   Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.
   Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.
   Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran.
   Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa, yaitu kegiatan siswa dan materi.
4.    Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi
       Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan  sebagai  dasar  untuk  menyusun alat penilaian.
5.    Penentuan Jenis Penilaian
       Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian.
   Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi.
   Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.
   Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik.
   Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan.
   Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara, maupun produk / hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.
6.    Menentukan Alokasi Waktu
       Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran perminggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.
7.    Menentukan Sumber Belajar
       Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, yang berupa media cetak dan elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok / pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.







BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
       Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu/ kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Pengembangan silabus pun disusun secara mandiri oleh kelompok guru mata pelajaran sejenis pada setiap sekolah apabila guru-guru di sekolah yang bersangkutan mampu mengenali karakteristik peserta didik, kondisi sekolah/ madrasah dan lingkungannya. Terdapat prinsip pengembangan silabus meliputi: ilmiah, relevan, sistematis, konsisten, memadai, aktual dan kontekstual, fleksibel, serta menyeluruh. Dan langkah-langkah pengembangan silabus yaitu: mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar, mengidentifikasi materi pokok pembelajaran, mengembangkan kegiatan pembelajaran, merumuskan indikator pencapaian kompetensi, penentuan jenis penilaian, menentukan alokasi waktu, dan menentukan sumber belajar.
3.2  Saran
       Sebaiknya setiap guru mampu mengembangkan silabus sesuai dengan kebutuhan siswa dan sesuai dengan karakteristik serta visi misi sekolah, sehingga keefektivan kegiatan belajar-mengajar serta penyusunan perangkat pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan tujuan pembelajaran.



CONTOH RPP
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Nama Sekolah     :
Mata Pelajaran     : Ilmu Pengtahuan Alam (IPA)
Kelas/Semester    : IV/ 2 (Dua)
Alokasi Waktu    : 2 x 35 Menit
A.   Standar Kompetensi
7. Memahami gaya dapat mengubah gerak dan/atau bentuk suatubenda
B.     KOMPETENSI DASAR
7.1 menyimpulkan hasil percobaan bahwa gaya (dorongan atau tarikan) dapat mengubah bentuk benda.
C.   Indikator
       - Membuktikan bahwa gaya dapat mengubah gerak suatu benda
       - Menjelaskan pengaruh gaya terhadap gerak suatu benda
       - Memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari cara gaya mengubah gerak suatu benda
D.   Tujuan Pembelajaran
       - Siswa dapat membuktikan bahwa gaya dapat mengubah gerak suatu benda dengan baik
       - Siswa mampu menjelaskan pengaruh gaya terhadap gerak suatu benda dengan baik
       - Sisiwa memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari cara gaya mengubah gerak suatu benda dengan baik
E.   Materi Pembelajaran
       - Pengaruh benda terhadap gerak benda
F.    Model dan Metode Pembelajaran
       Model    : Kooperatif
       Metode  : - Ceramah
-  Tanya Jawab
-   Diskusi
-  Percobaan
-  Penugasan
G.   Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
       1. Kegiatan Awal (10 Menit)
            - Mengajak siswa berdo’a bersama-sama
            - Mengecek kehadiran siswa dengan mengabsensi
            - Menyampaikan tujuan pembelajaran
            - Menyampaikan materi yang akan dipelajari
       2.  Kegiatan Inti (50 Menit)
            Eksplorasi
- Guru menjelaskan garis besar uraian tentang gaya dapat mengubah gerak suatu benda
- Guru bersama siswa mempersiapkan gambar dan contoh konkrit yang berkaitan dengan materi gaya yang dapat mengubah gerak suatu benda
            - Guru memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa tentang gaya untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan yang dimiliki siswa mengenai materi yang akan dipelajari.
            Elaborasi
            - Siswa di dalam kelas dibagi menjadi beberapa kelompok yang masing-masing terdiri atas 4-5 anggota kelompok. Tiap kelompok mempunyai anggota yang heterogen,
                 baik jenis kelamin, ras, etnik, maupun kemampuan akademiknya.
            - Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok sebagai panduan serta tugas bagi setiap kelompok.
            - Guru memberikan arahan atau instruksi mengenai tugas yang diberikan. Dimana anggota yang tau atau yang dapat mengerjakan tugas, menjelaskan kepada anggota lain dalam satu kelompok, siswa saling bekerjasama hingga semua anggota dalam kelompok itu mengerti. Di tahap ini, pengetahuan siswa dapat diterapkan seluruhnya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Siswa dapat melakukan percobaan dalam kelompoknya masing-masing untuk memecahkan masalah serta berdiskusi, sehingga siswa dapat mengerjakan tugas secara bersama-sama. Tugas guru di tahap ini yaitu mengarahkan dan membimbing siswa apabila terdapat kesulitan dan kekeliruan dalam mengerjakan tugas.
            - Setelah mengerjakan tugas dan melakukan pengamatan terhadap gaya yang dapat mengubah gerak suatu benda dalam kelompok. Hasil diskusinya dipresentasikan oleh suatu kelompok yang ditanggapi oleh kelompok lain.
            Konfirmasi
            - Tiap siswa dan tiap kelompok diberi skor atas penguasaannya terhadap materi pelajaran, dan kepada siswa secara individual atau kelompok yang meraih prestasi tinggi atau memperoleh skor terbaik diberi penghargaan.
            - Guru memberikan umpan balik dengan melakukan tanya jawab tentang materi yang telah dipelajari untuk melihat seberapa jauh pemahaman siswa terhadap materi.
       3.  Kegiatan Penutup (10 Menit)
            -  Siswa dan guru bersama-sama menyimpulkan pembelajaran.
            - Guru melakukan evaluasi terhadap siswa dengan memberikan tugas serta latihan kepada setiap siswa untuk mengetahui kemampuan siswa memahami materi yang telah di ajarkannya.
            - Guru mengucapkan salam dan berdo’a mengakhiri pembelajaran.
H.   Alat dan Sumber Belajar
- Alat dan bahan sesuai dengan lembar kerja
- Buku IPA kelas IV yang relevan
- Buku Ilmu Pengetahuan Alam kelas IV, Heri Sulistyanto dkk, Depdiknas, bse  2008
I.     Penilaian
Indikator Pencapaian
Kompetensi
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Membuktikan bahwa gaya dapat mengubah gerak suatu benda
Menjelaskan pengaruh gaya terhadap gerak suatu benda
Memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari cara gaya mengubah gerak suatu benda
Tugas Individu dan Kelompok

Laporan dan unjuk kerja

Uraian Objektif
1. Penilaian Sikap
No
Nama
Aspek yang dinilai


Aktiv
Tidak Aktiv
1
Ai Ariska


2
Ai Cici


3
Aida


4
Ajeng


5
Dst…



2.  Lembar Pengamatan Kegiatan Siswa
No.
Nama Siswa
Aspek yang dinilai
Jumlah
A
B
C
D
E
1
2
3







Jumlah






Persentasi






Keterangan :
A.    Mengerjakan lembar kerja siswa didalam kelompok
B.     Aktif berdiskusi dalam kelompok
C.     Aktif bertanya/memberi tanggapan
D.    Aktif menjawab/merespon pertanyaan
E.     Mampu menyelesaikan soal yang diberikan
Bobot Penilaian
       Tidak pernah ada diberi skor       1
       Kadang-kadang ada diberi skor   2
       Sering ada diberi skor      3
       Selalu ada diberi skor      4

Soal Individu
1. Berikut ini merupakan peristiwa yang terjadi karena gaya, kecuali....
    A. pembuatan pisau dari besi
    B. pesawat terbang lepas landas
    C. es mencair
    D. pembuatan patung dari tanah liat
2. Alat untuk mengukur gaya adalah.....
    A. dinamometer
    B. spedometer
    C. barometer
    D. termometer
3. Besar gaya dinyatakan dalam....
    A. watt
    B. newton
    C. joule
    D. kalori
4. Menarik balok di atas tanah yang kasar terasa berat karena pengaruh...
    A. gaya otot
    B. gaya pegas
    C. gaya gesek
    D. gaya gravitasi
 5. Anak panah lepas dari busurnya karena....
    A. gaya pegas
    B. gaya gravitasi
    C. gaya gesek
    D. gaya listrik
6. Berikut ini merupakan peristiwa yang terjadi karena gaya gravitasi bumi, kecuali....
    A. batu yang dilempar ke atas kembali ke tanah
    B. bola menggelinding
    C. buah mangga jatuh dari tanah
    D. koper terasa berat jika diangkat
7. Paku-paku kecil dapat menempel pada ujung gunting karena...
    A. gaya magnet
    B. gaya mesin
    C. gaya gravitasi
    D. gaya pegas
8.  Sebuah benda ditarik ke kiri dan ke kanan jika tarikan ke kiri lebih kuat daripada tarikan ke kanan, maka...
    A. benda bergerak ke kiri
    B. benda bergerak ke kanan
    C. benda diam
    D. benda bergerak ke atas
9. Berikut ini merupakan penyebab besarnya gaya gesek, kecuali....
    A. permukaan benda yang kasar
    B. permukaan lantai yang kasar
    C. benda menekan lebih kuat
    D. benda ditarik dengan tali
10. Gaya adalah...
    A. tarikan dan dorongan
    B. gesekan dan tarikan
    C. dorongan dan gerakan
    D. lemparan dan dorongan

II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Prinsip apa yang  digunakan rem mobil?
2. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan batu terlontar lebih jauh oleh ketepel?
3. Gaya apa saja yang mempengaruhi benda yang bergerak pada bidang miring?
4. Sebutkan kegiatan-kegiatan yang menunjukkan bahwa gaya dapat mengubah bentukbenda!
5. Untuk melakukan suatu gaya diperlukan ?

Kunci Jawaban bagian I
1.c       6. b
2.a       7. a
3.b       8. a
4.c       9. d
5.a       10. A
Kunci Jawaban Bagian II
1. gaya gesek
2. energi yang diberikan
   kelenturan karet ketepel
  berat benda/batunya
3. gaya gravitasi, gaya gesekan, gaya dorongan
4. menekan tanah liat
   membuat batako
5. Energi
.    Pedoman Penskoran
I.      Pilihan Ganda
Nomor Soal
Nilai
1
10
2
10
3
10
4
10
5
10
6
10
7
10
8
10
9
10
10
10
Jumlah
100

III.Essay
Nomor Soal
Nilai
1
20
2
20
3
20
4
20
5
20
Jumlah
100

   CATATAN :
@  Nilai Siswa = × 100%
@ Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial.                        




              Mengetahui,                                                                 Guru Kelas IV
              Kepala Sekolah

                NIP.                                                                               NIP.







DAFTAR PUSTAKA
https://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2008/09/panduan-pengembangan-silabus.pdf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar